Print this page

Gertak PSN di Desa Singapadu

Rate this item
(0 votes)

Jumat, 18 November 2016 Inspektorat Kabupaten Gianyar melakukan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN Gertak) di wilayah binaan yaitu di Desa Singapadu yang dihadiri oleh Inspektur Kabupaten Gianyar I Made Juanda, SE., MM beserta seluruh staf, Kepala UPT Kesmas Sukawati II beserta staf, Kepala Desa Singapadu beserta Kader Jumantik (Petugas Pemantau Jentik) dan Kader Posyandu dan Babinsa Desa Singapadu. PSN dilaksanakan secara serentak di wilayah Desa Singapadu yang meliputi 7 banjar, yaitu Kebon,  Apuan, Mukti, Seseh, Sengguan, Bungsu dan Seraya.

Dalam penanganan DBD, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan. Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus dilakukan di Desa Singapadu yang dipimpin oleh Kepala Desa Singapadu secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan.

 

Program PSN, yaitu:

1) Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain;

2) Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya; dan

3) Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Adapun yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti 1) Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan; 2) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk; 3) Menggunakan kelambu saat tidur; 4) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk; 5) Menanam tanaman pengusir nyamuk, 6) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah; 7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD, sehingga seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) terutama pada saat musim penghujan.

Demam berdarah dengue terjadi selain karena virus denguenya ada, juga karena vektornya (nyamuk Aedes Aegypti) banyak. Banyaknya vektor terjadi karena tempat-tempat perkembangbiakannya (breeding places) juga banyak. Dengan demikian maka cara paling efektif adalah memutus daur hidup nyamuk dengan memberantas sarangnya, melalui kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Oleh karenanya perilaku memberantas sarang nyamuk perlu terus ditumbuhkan, apalagi di banyak negara PSN terbukti dapat mengurangi kasus DBD.

Secara harfiah perilaku adalah segenap aktivitas individu yang teramati maupun yang tidak dapat diamati oleh indera. Perilaku yang mudah diamati disebut perilaku terbuka (overt behavior) sedangkan perilaku yang tidak bisa segera diamati disebut perilaku yang tertutup atau terselubung (covert behavior). Menguras bak mandi, menutup tempayan dan mengoleskan lotion anti nyamuk tergolong pada perilaku yang terbuka. Namun “memikirkan kapan waktu yang tepat untuk menguburkan barang-barang bekas” tergolong pada perilaku yang terselubung.

Adapun hasil PSN Gertak yang dilakukan dengan memeriksa sebanyak 354 rumah penduduk yang dipilih secara acak (random sampling), ditemukan Positif Jentik 97 rumah. Jadi Angka Bebas Jentik (ABJ) 73% masih jauh dibawah Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu 95% untuk membatasi penyebaran DBD. Masih rendahnya ABJ memperlihatkan besarnya kemungkinan penyebaran DBD di lokasi survei mengingat radius penularan DBD adalah 100 meter dari tempat penderita (Depkes, 2007). Untuk itu, masyarakat harus waspada dan melakukan PSN DBD secara intensif berdasar analisis ABJ. Angka Bebas Jentik (ABJ) merupakan proporsi jumlah rumah negatif jentik dengan jumlah rumah terperiksa. Semakin rendah ABJ memperlihatkan semakin besarnya kemungkinan penularan DBD di lokasi survei mengingat radius penularan DBD adalah 100 meter dari tempat Survey Jentik.

House Index (HI) merupakan proporsi jumlah rumah positif jentik dengan jumlah rumah terperiksa sebesar 27%

 

 

Read 440 times